Siang itu kami masih terlibat obrolan seperti biasa, obrolan yang tidak ada akhirannya dan obrolan yang selalu membuatku nyaman didekatmu, hanya nyaman saja namun tidak ada rasa sayng untukmu, hingga akhirnya tiba tiba kamu menyatakan perasaanmu saat itu juga. Jujur aku sangat terkejut mendengar pengakuanku saat itu, aku tahu saat itu kamu masih menaruh hati dengan salah satu temanku. Namun hati kecilku berkata lain, entah kenapa hatiku menyuruhku untuk menerimanya, tanpa pemikiran panjang aku putuskan untuk menerimamu, yah namun dengan hati yang belum jelas.
Begitu sabar kamu meladeni sifat chlidishku, begitu setia kamu mendengarkan semua ceritaku, namun satu yang nggak aku suka dari kamu adalah sifat cuekmu yang terkadang keterlaluan, dan sifat overprotektifmu yang begitu keblabasan. Banyak orang yang tidak mempercaya hubungan kita ini, banyak yang bilang kalau aku hanya memanfaatkanmu. itu salah besar aku sama sekali tidak pernah ada niat untuk memanfaatkanmu, tidak ada maksud untuk mempermainkan hubungan kita ini, tapi hubungan kami akhirnya hanya berjalan selama 3 bulan, dan berakhir dengan emosi dan pertengkaran besar.
Saat itu aku masih belum mengenal apa itu cinta sesungguhnya, aku masih mempermaikan hati seseorang saat itu, dan itu kamu. Kami masih terlalu dini untuk mengenal apa itu cinta, apa itu sayang dan apa itu memiliki. menjalani sebuah hubungan tanpa adanya rasa sayang yang jelas, itu adalah kesalahan terbesarku saat itu. aku membiarkanmu masuk kedalam hidupku dan terjebak, aku menjalin hubungan denganmu namun saat itu perasaanku tidak sepenuhnya untukmu. Maaf aku begitu egois memaksamu keluar dari hidupku saat kamu masih menyayangiku,
Saat itu aku masih belum mengenal apa itu cinta sesungguhnya, aku masih mempermaikan hati seseorang saat itu, dan itu kamu. Kami masih terlalu dini untuk mengenal apa itu cinta, apa itu sayang dan apa itu memiliki. menjalani sebuah hubungan tanpa adanya rasa sayang yang jelas, itu adalah kesalahan terbesarku saat itu. aku membiarkanmu masuk kedalam hidupku dan terjebak, aku menjalin hubungan denganmu namun saat itu perasaanku tidak sepenuhnya untukmu. Maaf aku begitu egois memaksamu keluar dari hidupku saat kamu masih menyayangiku,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar