Senin, 09 Juni 2014

Biarkan Aku Bertahan

Aku masih terus bertahan untuk tetap menunggu, walaupun aku tahu kamu tidak akan kembali.

Hari itu hari tersulit untukku, bukan hari yang selalu aku inginkan bukan juga hari yang aku tunggu. Awalnya bukan hanya sebuah masalah kecil, namun tiba tiba "Boom" masalah itu mulai membesar dan semakin membesar. kamu mulai memakiku, seakan keributan ini adalah salahku. Aku mulai merasa kamu mulai berbeda saat itu,kamu mulai acuh. Apa salahku, apa yang salah? Pertanyaan itu yang muncul dari otakku. Kami mulai tidak saling bicara, kita mulai saling acuh dan saling memaki. Aku, kamu masih childish, tidak pernah bisa menyelesaikan masalah dengan mudah. Entah sudah berapa kali kami terlibat keributan begini, Putus nyambung adalah hal yang biasa bagi kami. Apa kita akan terus terusan begini. 
Kita pernah punya komitmen tidak saling meninggalkan, tapi komitmen itu menguap begitu saja. Bukan aku yang ingin melepaskanmu tapi kamu yang ingin melepaskanku. Untuk yang keberapa kalinya kamu ingin mengakhiri hubungan ini, bukan sebuah akhir yang baik untukku. Aku berusaha untuk kembali seperti biasanya, memintamu kembali lagi. Tapi semua itu sia sia, kamu tidak lagi menginginkanku untuk kembali, mungkin kamu sudah berpindah kelain hati, tapi apa secepat itu kamu menghapusku dari memorimu. Aku masih berharap hubungan kita ini akan kembali seperti dulu, tapi harapan itu tiba tiba musnah ketika kamu berkata "Aku sudah punya penggantimu, aku juga ingin bahagia tanpamu" sangat sakit membaca kata kata itu seakan dengan halus kamu meminta aku untuk tidak berharap lagi. Sebelas bulan yang sangat berharga yang aku pikir aku masih akan bertahan ternyata berakhir seperti ini. Sesakit apapun kamu menyakitiku aku tetap sayang, aku tetap bertahan, aku hanya berharap kamu sadar dan kembali ketempat semula. Walaupun harapan itu hanya fatamorgana tapi aku masih berharap mungkin bukan sekarang tapi suatu saat."Bee will be Bee and True Love will be true" 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar