Di balik senyum manismu ternyata kamu menyimpan banyak rahasia. Harusnya memang kisah ini tidak pernah ada. Kisah yang selalu menguras air mata dan emosiku, kisah yang selalu membawa kita pada suatu keributan. Harusnya aku tidak pernah mempercayaimu, mempercayai setiap kata manismu. Harusnya aku bisa lebih tegar, menerima semua kenyataan bahwa kamu melakukan itu di belakangku, entah dengan sadar atau tidak. Mungkin yang kamu lakukan itu kamu anggap hanya hal sepele. Yah mungkin itu yang dulu kamu pikirkan. Kamu pikir kamu bodoh bisa selalu menyembunyikan kelakuanmu itu dibelakangku. Kamu pikir kebohonganmu itu bisa kamu sembunyikan terus menerus?
Kata mu dulu, aku yang paling kamu cinta, katamu dulu aku yang paling kamu sayang, kata mu dulu kamu tidak akan macam macam. Itu yang kamu sebut cinta? Kamu yang selalu mengira aku sering tengok kanan kiri, tapi nyatanya kamu sendiri yang melakukan itu. Masihkan sekarang aku harus mempercayai kamu. Apa aku masih harus berpura pura menutup mata dan mengatakan bahwa semua ini baik baik saja, kamu tidak pernah melakukan itu dibelakangku?
Apa kamu pernah sedikit saja berpikir tentang perasaanku?
Own Story
Setiap orang pasti punya cerita masing masing
Kamis, 26 Maret 2015
Senin, 09 Februari 2015
Akhir dari cerita
perpisahan bukan karena keinginan kita itu jauh lebih menyakitkan daripada putus karena kita yang menginginkannya. Alasan yang susah untuk diterima tapi juga susah untuk diingkari. Kali ini bukan karena aku atau dia yang berselisih paham, tapi karena keluarga. Ini baru pertama aku alami. begitu sulit untuk menerimanya. Semua perasaan bercampur jadi satu hingga membuat sesak. Apa yang bisa aku lakukan sekarang, hanya bisa menunggu keajaiban yang bisa membuat semua keadaan ini berubah.
Susah untuk mendiskripsikan apa yang aku rasakan sekarang. Marah? Ya, tidak bisa menerima kenyataan?Ya, tapi apa yang bisa aku lakukan. berjuang untuk membalikan keadaan? Rasanya itu sudah tidak mungkin dan tidak akan berhasil. Aku lebih suka diam, mencoba menerima semua keadaan. mencoba untuk terbiasa dengan keadaan, dan mencoba tegar. Aku cuma mau, bisa cepat beradaptasi dan cepat untuk lupa. membiasakan diri untuk tidak bergantung dengannya. mencoba untuk berhenti menghubunginya dan berhenti menjadi stalker akun sosmednya. Terkadang sering tertawa kalau ingat saat dulu aku dan dia tidak pernah bisa akur saat di bangku SMP. ingat saat aku mengumpat, jangan sampai jatuh cinta pada laki laki itu namun pada akhirnya aku jatuh cinta bahkan sampai menyayangi laki laki itu. laki laki yang dulu aku anggap sebagai laki laki judes, galak, dan berkepribadian buruk. Ya memang sikap dia begitu, tapi saat aku berpacaran dengannya, sifatnya tidak seburuk yang aku bayangkan. Kadang dia bisa juga bersikap romantis dan lembut. tapi mengingat masa masa itu hanya akan membuatku semakin susah untuk maju. Semua akan indah pada waktunya. Mungkin bukan sekarang tapi suatu saat.
"Cinta memang banyak bentuknya, tapi tidak semuanya bisa bersatu"
"
Selasa, 16 September 2014
Untold Story
Aku sudah berhenti berharap padamu saat itu, ya ketika kamu mulai mengatakan bahwa sudah tidak akan ada "kita" lagi, ketika kamu mulai menjauh dari hidupku perlahan, ketika kamu mulai untuk acuh dan akhirnya berpura pura tidak mengenaliku. Oke aku ikuti skenario yang kamu buat, aku akan mulai acuh, mengabaikanmu bahkan mungkin aku akan mencari penggantimu, itu kan yang kamu mau sekarang? Ini akan jadi awal yang sangat berat, memulai babak baru dihidup dengan keadaan baru tanpa ada penyemangat dalam hidup, mungkin karena aku terlalu bergantung padamu hingga akhirnya aku membuat hidupku sendiri susah. Sempat berfikir ide ide gila untuk membuat mu kembali tapi setelah aku sadar itu tidak akan berguna, "kamu harus mulai ikhlas, kamu harus mulai ikhlas" kata kata itu yang selalu memenuhi otakku. Perlahan aku mulai membuka hati untuk orang lain yang mungkin bisa memberikanku bahagia, laki laki yang bisa membuatku lupa dengan semua kenanganku, hanya berharap satu laki laki saja, dan ketika harapanku itu terkabul ketika laki laki itu datang ketika dia mulai memberikan sinyal suka kepadaku kamu datang lagi, seakan memintaku kembali namun keinginan kamu terhalang oleh tembok besar yaitu gengsimu sendiri, kamu pojokan aku, kamu buat aku bingung keputusan apa yang akan aku pilih. Bukan hal yang mudah untuk menerimamu kembali, bukan karena sudah ada dia namun karena aku takut akan mengulang kesalahan yang lalu aku takut dengan semua kejadian yang bisa merusak hubungan kita. Kamu yakinkan aku, kamu benar benar ingin meminta aku kembali, kamu melakukan hal hal gila yang membuatku takut untuk mengiyakan maumu untuk kembali tapi disisi lain aku tidak ingin melepaskan kamu lagi entah untuk yang keberapa kali. dan tidak tahu kenapa kata hati ini selalu menginginkan untuk kembali ke tempat itu lagi yaitu kembali ke kamu, walaupun otak berkata jangan ulangi kesalahanmu lagi. Aku tahu apa yang terbaik untuk hidupku karena aku yang menjalani. semoga kita selamanya. Aku tidak ingin memulai hal yang baru dengan orang yang baru,mulai belajar mempercayai, mulai belajar mencintai lagi.
Jumat, 13 Juni 2014
Untuk Kamu Yang Masih Berkelana..
Aku pernah rasakan rasanya setiap sebelum tidur kuluangkan beberapa menit untuk mengirim sms ucapan selamat tidur dan menunggu balasan dari kamu, ucapan manis selamat tidur selalu mengiringi malamku sebelum terlelap. Itu dulu bukan sekarang.Aku harus terbiasa melakukan apapun sendiri mulai sekarang, menyadari bahwa kamu sekarang bukan lagi bagian dariku, tidak lagi kita sekarang, aku dan kamu sudah berjalan sendiri sendiri. Cinta itu rumit, kalau boleh memilih aku tidak pernah ingin merasakan apa itu cinta, karena aku sekarang tahu ternyata manisnya cinta itu tidak selalu bisa dirasakan. Tidak mudah untuk mencintai begitu juga untuk melupakan, bahkan itu lebih susah.
Kamu dihidupku itu layaknya obat, semua yang terjadi dihidupku pasti kamu tempat aku untuk mengeluh selain tuhan dan keluarga. Aku terlalu tergantung denganmu dulu hingga sekarang aku susah untuk pergi. Kamu orang pertama yang mengajarkan aku untuk berjuang untuk cinta, kamu orang yang sukses mengajarkan aku untuk bertahan dan sabar. Mungkin tidak semua orang mampu dan bisa bertahan diposisiku sekarang, tapi entah aku tetap ingin bertahan untuk menunggumu. Aku sudah terlalu berharap lebih padamu hingga aku egois melarangmu untuk pergi dariku, aku masih terlalu takut kehilanganmu. Kapan kamu berbalik dan sadar bahwa aku masih setia menunggu kamu ditempat yang sama, kapan kamu akan sadar bahwa aku masih mengosongkan hatiku untuk kamu tempati lagi. Hei tuan, jangan biarkan aku menunggu terlalu lama, mungkin aku akan lelah. Jangan kamu tinggikan gengsimu itu, tidak selamanya aku akan terus terus memintamu untuk kembali, aku juga ingin kamu yang memintaku, Kata mereka kamu masih menyayangiku? Apa itu benar? Kenapa kamu tidak segera berbalik? Aku kangen kamu...
Aku anggap sekarang kamu sedang tersesat mencoba mencari jalan yang tepat walaupun itu salah. Aku anggap perpisahan kita adalah proses untuk mempersatukan kita lagi menjadi pasangan yang lebih lagi, yah walaupun itu hanya pemikiranku, bukan kamu, dan mungkin harapanku ini hanyalah fatamorgana. Aku masih suka berimajinasi layaknya anak kecil.
Apa yang membuat kamu belum menemukan jalan yang tepat? Apakah kamu masih belum percay? Percayalah jalan ke hatiku idak ada cabangnya jalan itu cuma kamu yang akan menapaki bukan orang lain, jalan itu cuma kamu yang mengetahui.
Walaupun tidak bersamamu bukan berarti aku mengobralkan kata cinta kepada laki laki lain, bukan berarti aku membiarkan mataku untuk melihat laki laki lain. Diam diam aku masih memperhatikanmu masih peduli denganmu walaupun kamu tidak menyadari dan tidak menganggap perhatianku. Iya aku masih menunggumu berbalik arah aku masih setia menunggumu.
Kamu dihidupku itu layaknya obat, semua yang terjadi dihidupku pasti kamu tempat aku untuk mengeluh selain tuhan dan keluarga. Aku terlalu tergantung denganmu dulu hingga sekarang aku susah untuk pergi. Kamu orang pertama yang mengajarkan aku untuk berjuang untuk cinta, kamu orang yang sukses mengajarkan aku untuk bertahan dan sabar. Mungkin tidak semua orang mampu dan bisa bertahan diposisiku sekarang, tapi entah aku tetap ingin bertahan untuk menunggumu. Aku sudah terlalu berharap lebih padamu hingga aku egois melarangmu untuk pergi dariku, aku masih terlalu takut kehilanganmu. Kapan kamu berbalik dan sadar bahwa aku masih setia menunggu kamu ditempat yang sama, kapan kamu akan sadar bahwa aku masih mengosongkan hatiku untuk kamu tempati lagi. Hei tuan, jangan biarkan aku menunggu terlalu lama, mungkin aku akan lelah. Jangan kamu tinggikan gengsimu itu, tidak selamanya aku akan terus terus memintamu untuk kembali, aku juga ingin kamu yang memintaku, Kata mereka kamu masih menyayangiku? Apa itu benar? Kenapa kamu tidak segera berbalik? Aku kangen kamu...
Aku anggap sekarang kamu sedang tersesat mencoba mencari jalan yang tepat walaupun itu salah. Aku anggap perpisahan kita adalah proses untuk mempersatukan kita lagi menjadi pasangan yang lebih lagi, yah walaupun itu hanya pemikiranku, bukan kamu, dan mungkin harapanku ini hanyalah fatamorgana. Aku masih suka berimajinasi layaknya anak kecil.
Apa yang membuat kamu belum menemukan jalan yang tepat? Apakah kamu masih belum percay? Percayalah jalan ke hatiku idak ada cabangnya jalan itu cuma kamu yang akan menapaki bukan orang lain, jalan itu cuma kamu yang mengetahui.
Walaupun tidak bersamamu bukan berarti aku mengobralkan kata cinta kepada laki laki lain, bukan berarti aku membiarkan mataku untuk melihat laki laki lain. Diam diam aku masih memperhatikanmu masih peduli denganmu walaupun kamu tidak menyadari dan tidak menganggap perhatianku. Iya aku masih menunggumu berbalik arah aku masih setia menunggumu.
Tidak ada salahnya menunggu,
suatu saat apa yang aku perjuangkan akan ada hasilnya
semoga kamu segera sadar
masih ada aku yang menunggumu
Kamis, 12 Juni 2014
11..
11 bulan bukan waktu yang singkat, 11 bulan bukan juga waktu yang sia sia. 11 bulan bersamamu adalah waktu yang sangat berharga, 11 bulan bersamamu adlah torehan kenangan yang tidak akan bisa terulang lagi. Haruskah kita berhenti di 11 bulan ini? Mungkin kisah ini terlalu klise, melankolis atau apalah itu untuk orang lain tapi tidak untukku.
Sekarang aku melihatmu lagi tapi dari sisi yang berbeda dari sudut yang berbeda, tatapan mata itu masih samas seperti dulu, tidak ada yang berubah darimu. Wajah innoncentmu yang khas juga masih bisa aku lihat. Aku merindukanmu, tapi sudah tidak pantas untuk aku ungkapkan. Diam diam aku memperhatikan tatapan matamu saat ini, membuatku flashback kebelakang saat kamu dan aku masih menjadi kita, saat rasa percaya dan rasa saling memiliki masih ada diantara kita. Separah kamu menyakitiku itu tidak bisa membuatku membencimu. Sangat klise alasannya karena aku terlalu mencintaimu. Kamu pernah memintaku pergi tapi kata katamu itu tidak mempan untukku, memintaku pergi sama juga dengan menyuruhku untuk bertahan. Yang aku inginkan sekarang adalah kamu kembali padaku, kita mulai kisah yang baru, kita sama sama berubah tidak melakukan kesalahan yang sama seperti dulu, kita saling percaya dan saling memiliki. Tapi apa itu bisa terjadi lagi, keraguan untuk memintamu kembali lagi memenuhi otakku.
Senin, 09 Juni 2014
Biarkan Aku Bertahan
Aku masih terus bertahan untuk tetap menunggu, walaupun aku tahu kamu tidak akan kembali.
Hari itu hari tersulit untukku, bukan hari yang selalu aku inginkan bukan juga hari yang aku tunggu. Awalnya bukan hanya sebuah masalah kecil, namun tiba tiba "Boom" masalah itu mulai membesar dan semakin membesar. kamu mulai memakiku, seakan keributan ini adalah salahku. Aku mulai merasa kamu mulai berbeda saat itu,kamu mulai acuh. Apa salahku, apa yang salah? Pertanyaan itu yang muncul dari otakku. Kami mulai tidak saling bicara, kita mulai saling acuh dan saling memaki. Aku, kamu masih childish, tidak pernah bisa menyelesaikan masalah dengan mudah. Entah sudah berapa kali kami terlibat keributan begini, Putus nyambung adalah hal yang biasa bagi kami. Apa kita akan terus terusan begini.
Kita pernah punya komitmen tidak saling meninggalkan, tapi komitmen itu menguap begitu saja. Bukan aku yang ingin melepaskanmu tapi kamu yang ingin melepaskanku. Untuk yang keberapa kalinya kamu ingin mengakhiri hubungan ini, bukan sebuah akhir yang baik untukku. Aku berusaha untuk kembali seperti biasanya, memintamu kembali lagi. Tapi semua itu sia sia, kamu tidak lagi menginginkanku untuk kembali, mungkin kamu sudah berpindah kelain hati, tapi apa secepat itu kamu menghapusku dari memorimu. Aku masih berharap hubungan kita ini akan kembali seperti dulu, tapi harapan itu tiba tiba musnah ketika kamu berkata "Aku sudah punya penggantimu, aku juga ingin bahagia tanpamu" sangat sakit membaca kata kata itu seakan dengan halus kamu meminta aku untuk tidak berharap lagi. Sebelas bulan yang sangat berharga yang aku pikir aku masih akan bertahan ternyata berakhir seperti ini. Sesakit apapun kamu menyakitiku aku tetap sayang, aku tetap bertahan, aku hanya berharap kamu sadar dan kembali ketempat semula. Walaupun harapan itu hanya fatamorgana tapi aku masih berharap mungkin bukan sekarang tapi suatu saat."Bee will be Bee and True Love will be true"
Sabtu, 07 Juni 2014
Kita di Masa Lalu
Siang itu kami masih terlibat obrolan seperti biasa, obrolan yang tidak ada akhirannya dan obrolan yang selalu membuatku nyaman didekatmu, hanya nyaman saja namun tidak ada rasa sayng untukmu, hingga akhirnya tiba tiba kamu menyatakan perasaanmu saat itu juga. Jujur aku sangat terkejut mendengar pengakuanku saat itu, aku tahu saat itu kamu masih menaruh hati dengan salah satu temanku. Namun hati kecilku berkata lain, entah kenapa hatiku menyuruhku untuk menerimanya, tanpa pemikiran panjang aku putuskan untuk menerimamu, yah namun dengan hati yang belum jelas.
Begitu sabar kamu meladeni sifat chlidishku, begitu setia kamu mendengarkan semua ceritaku, namun satu yang nggak aku suka dari kamu adalah sifat cuekmu yang terkadang keterlaluan, dan sifat overprotektifmu yang begitu keblabasan. Banyak orang yang tidak mempercaya hubungan kita ini, banyak yang bilang kalau aku hanya memanfaatkanmu. itu salah besar aku sama sekali tidak pernah ada niat untuk memanfaatkanmu, tidak ada maksud untuk mempermainkan hubungan kita ini, tapi hubungan kami akhirnya hanya berjalan selama 3 bulan, dan berakhir dengan emosi dan pertengkaran besar.
Saat itu aku masih belum mengenal apa itu cinta sesungguhnya, aku masih mempermaikan hati seseorang saat itu, dan itu kamu. Kami masih terlalu dini untuk mengenal apa itu cinta, apa itu sayang dan apa itu memiliki. menjalani sebuah hubungan tanpa adanya rasa sayang yang jelas, itu adalah kesalahan terbesarku saat itu. aku membiarkanmu masuk kedalam hidupku dan terjebak, aku menjalin hubungan denganmu namun saat itu perasaanku tidak sepenuhnya untukmu. Maaf aku begitu egois memaksamu keluar dari hidupku saat kamu masih menyayangiku,
Saat itu aku masih belum mengenal apa itu cinta sesungguhnya, aku masih mempermaikan hati seseorang saat itu, dan itu kamu. Kami masih terlalu dini untuk mengenal apa itu cinta, apa itu sayang dan apa itu memiliki. menjalani sebuah hubungan tanpa adanya rasa sayang yang jelas, itu adalah kesalahan terbesarku saat itu. aku membiarkanmu masuk kedalam hidupku dan terjebak, aku menjalin hubungan denganmu namun saat itu perasaanku tidak sepenuhnya untukmu. Maaf aku begitu egois memaksamu keluar dari hidupku saat kamu masih menyayangiku,
Langganan:
Postingan (Atom)